Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Negeri Medan Menyelenggarakan webinar dengan tema “KONSELING KREATIF DI ERA PANDEMI” dilakukan secara daring melalui media aplikasi zoom dan live streaming pada youtube (https://youtu.be/stesriSA0vY) pada hari Rabu, 15 juli 2020. Yang diikuti oleh seluruh peserta webinar yang berjumlah kurang 600 orang  Secara resmi acara dibuka ini oleh Dekan FIP UNIMED Prof. Dr. Yusnadi, MS., dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Dr. Zuraida Lubis, M.Pd., Kons dan Renaldy Brambudya (ketua panitia) dan acara ini dipandu oleh host ibu Shofia Mawaddah, S.Psi., M.Sc. dan Erwita Ika Violina, M. Pd sebagai moderator.

Dekan FIP dalam sambutannya mengatakan bahwa konseling perlu melakukan tindakan kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan sehingga profesi sebagai konselor tetap eksis kokoh dan di percaya oleh masyarakat sebagai profesi bantuan yang selalu bergerak dinamis dan dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Apalagi dalam situasi pandemic seperti ini dimana situasi masyarakat 5.0 adalah sebuah masyarakat yang dituntut untuk berkemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan permasalahan sosial yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi hasil revolusi 4.0, sehingga kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang di hasilkan dari revolusi industry 4.0 Harapannya untuk semua peserta  agar secara tekun mengikuti acara seminar ini sehingga dapat menambah ilmu dan wawasan.

Narasumber pertama Assoc. Prof. Ifdil, Ph.D., Kons (Univ. Negeri  Padang) menyampaikan pendekatan kreatif dalam konseling merupakan pendekatan konseling yang menghargai beragam cara untuk memahami permasalahan dan solusi permasalahan secara jelas. Konselor perlu memfasilitasi terciptanya suasana yang aman dan mendukung sehingga konseli mampu secara kreatif mengkaji masalah, membangun perspektif alternatif terhadap masalah, serta menghasilkan dan mengevaluasi beragam pilihan solusi masalah. Manusia adalah makhluk perseptual, perseptual merupakan kemampuan dalam memahamidan memaknai berbagai peristiwa yang diterima oleh indra. Individu secara berkelanjutan akan secara sengaja maupun tidak sengaja akan membentuk perseptual.

Narasumber kedua Prof. Dr. Sri Milfayetty., MS., Kons., S.(Univ. Negeri Medan) menyampaikan metafor merupakan upaya untuk mendskripsikan suatu ide atau persoalan secara konkret sehingga mudah untuk dipahami. Penggunaan metafor dalam sesi konseli dan konselor untuk memahami persoalan yang dihadapi dan mengembangkan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Metafor pada penggunaan bahasa secara kreatif dalam menyampaikan pikiran atau perasaan dalam konteks bimbingan konseling metafor dapat digunakan untuk membantu konseli mengenali dan memahami diri dan lingkungannya dan membantu memecahkan masalah. (Humas_BK).

Author

Write A Comment